duatiga.com
memecah kebuntuan informasi
News
Ditulis tanggal : 14 - 01 - 2012 | 08:42:24

DUATIGA - Hubungan antara suap yang dilakukan pemerintah kota Semarang kepada DPRD Kota Semarang, dengan perintah Walikota mulai menemukan titik terang. Saat ini ditemukan surat Walikota bernomer 900/5356 tentang permohonan revisi plafond anggaran dalam KUA PPAS. Keberadaan surat ini konsisten dengan pengakuan tersangka Ahmad Zaenuri, bahwa Walikota berjanji akan memberi tambahan uang kepada pimpinan parpol masing-masing Rp 200 juta. Dalam pemeriksaan terakhir terhadap Ahmad Zaenuri, tersangka menyebutkan bahwa dalam pertemuan Novotel 4 November, ada kesepakatan antara Walikota Soemarmo dan 3 pimpinan parpol untuk mengalokasikan uang suap sebesar Rp 4 milyar dari Rp 10 milyar yang diminta. Terhadap kesepakatan tersebut, tersangka Agung



Ditulis tanggal : 11 - 01 - 2012 | 07:43:35

  Semarang, DUATIGA - Ratusan rumah di kecamatan Semarang Utara terendam banjir rob. Seperti terpantau Rabu (11/1/2012) pagi ini, sejumlah rumah di kawasan pesisir Semarang, seperti di Kampung Petek, kampung Tambra, kampung Layur, dan juga Dadapsari di Kecamatan Semarang Utara ketinggian rob mencapai 25-30 cm.  Menurut Suroso, salah satu warga,kedalaman genangan itu biasanya terus bertambah hingga tengah malam. "Biasanya datang sekitar jam 14.00 dan air akan terus naik sampai keesokan hari. Paginya, mulai jam 06.00 air berangsur surut," kata Suroso. Genangan air rob ini, selain mengganggu aktivitas warga, juga menyebabkan gatal-gatal. Menurut Suroso, banyak anak-anak di kampungnya yang terkena penyakit seperti



Ditulis tanggal : 11 - 01 - 2012 | 07:26:41

  DUATIGA, Jakarta – Untuk memudahkan pemeriksaan, penyidikan Walikota Semarang Soemarmo HS dipindahkan ke kantor KPK di Jakarta, Selasa (10/1/2012). Pemindahan itu dilakukan karena peralatan penyidik untuk menyidik di Semarang sangat terbatas. Sumber DUATIGA di KPK menyebutkan, Soemarmo yang tak kunjung mengaku mengetahui rencana penyuapan itu, akhirnya membuat KPK harus menggunakan alat deteksi kebohongan. “Selain itu akan disidik langsung oleh penyidik senior,” kata sumber tadi. Sementara ituWalikota Semarang, Soemarmo HS, mengaku tidak tahu soal tindak laku anak buahnya itu. "Oh tidak ada. Saya malah tidak tahu ada itu. Sama sekali tidak tahu," ujar Soemarmo. Soemarmo mengatakan itu usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jl



Ditulis tanggal : 10 - 01 - 2012 | 14:51:30

DUATIGA - Ada pemandangan yang tak biasa dalam pelantikan dan pengangkatan pergantian anggota DPRD antar waktu, di gedung DPRD kota Semarang, hari ini, selasa (10/1/2012). Kursi Walikota yang biasanya tak pernah kosong, hari ini kosong tak ada yang duduk disana. Menurut Kabag Humas Kantor Infokom Kota Semarang, Ahyani, Walikota berhalangan hadir karena ada acara mendadak.  "Tadi pak wali sudah minta ijin tidak bisa mengikuti sidang ini," kata Ahyani. Sementara itu, ketidakhadiran Walikota ini ternyata disebabkan ia harus menjalani pemeriksaan oleh KPK di Akpol. Selain Walikota, anggota DPRD kota Semarang yang tak bisa hadir adalah Agung Priambodo dari Golkar.  Juru bicara KPK Johan Budi



Ditulis tanggal : 10 - 01 - 2012 | 12:26:14

  Walikota Semarang Ingkari CCTV DUATIGA – Hari ini Selasa (10/1/2012) Walikota Semarang kembali diperiksa KPK dalam kasus suap kepada DPRD Kota Semarang, Ia diperiksa bersama anggota legislatif Agung Priambodo. Pemeriksaan Soemarmo selain menunjukkan rekaman cctv, juga dikonfrontir dengan pengakuan Ahmad Zaenuri dalam BAP. Dalam pengakuannya Ahmad Zaenuri menyebutkan pemberian uang Rp 40 juta untuk memuluskan Tunjangan Perbaikan Penghasilan dan Rp 350 juta sebagai uang muka memperlancar pengesahan APBD 2012. Perintah itu diberikan tanggal 31 Oktober 2011. Saat itu Zaenuri menerima laporan dari Kepala DPKAD Yudi Mardiana agar berkomunikasi dengan DPRD. Menurut juru bicara KPK Johan Budi, hari ini memang ada jadwal pemeriksaan



Ditulis tanggal : 10 - 01 - 2012 | 10:15:19

  DUATIGA - Ketrlibatan Walikota Semarang dalam kasus suap APBD 2012, memang masih menjadi tanda tanya. Dua kali ia diperiksa KPK sebagai saksi, namun statusnya masih juga sebagai saksi. KPK sendiri sampai saat ini masih terus berjuang mencari alat bukti yang bisa menjerat. Dalam pemeriksaan kedua (7/1/2011), Walikota Semarang Soemarmo HS diperiksa untuk mengetahui adanya perintah pembayaran suap kepada DPRD. Seperti analisis para pegiat anti korupsi di Semarang, Zaenuri selaku sekda tidak mungkin memberikan suap, jika tak ada perintah dari atasannya. "Sekretaris Daerah itu kan bawahannya walikota, ia tak bisa membuat kebijakan, terlebih yang menyangkut penggunaan uang, meskipun ia adalah Kuasa Pengguna Anggaran," kata



Ditulis tanggal : 10 - 01 - 2012 | 10:09:12

DUATIGA - Protes karena Pemkot Semarang hanya memperhatikan jalan protokol, sejumlah warga masyarakat di Kelurahan Plamongansari Semarang menanam pisang di lubang jalan. Selain sebagai bentuk protes juga sebagai penanda untuk memperingatkan pengendara agar lebih hati-hati di jalur maut yang kerap membuat kendaraan terperosok.Suryanto pengendara yang setiap hari melintas mengeluhkan, lubang besarsangat mengancam pengendara. Selama ini, tambah dia, tidak sedikitpengendara yang jatuh dan kendaraannya rusah karena terperosok."Lubang besarnya cukup besar sehingga sangat membahayakan jadi layakketika warga protes dengan menanami pohon pisang. Warga berharap BinaMarga Kota Semarang melakukan penambalan dan tidak melakukan pembiaranhingga ada korban meninggal," ujarnya sambil menjelaskan, puluhan ribuorang tiap hari melintas



Ditulis tanggal : 10 - 01 - 2012 | 10:03:56

Dalam Pilgub Jateng 2013, kemungkinan besar PDIP akan mengusung calon baru. Kali ini nama Cahyo Kumolo sudah muncul, menggantikan nama calon incumbent Bibit Waluyo. Menurut Anggota FPDIP Adi Rustanto, Cahyo Kumolo sudah saatnya memimpin Jateng.  "Saudara Cahyo Kumolo menyatakan kesiapannya maju dalam bursa pemilihan gubernur Jateng 2013," kata Adi Rustanto, Senin (9/1/2012). Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo sendiri pernah menyatakan kesiapannya maju kembali dalam bursa calon gubernur, namun Sekjen PDIP Cahyo Kumolo memiliki penilaian berbeda. Menurut Adi, sosok Cahyo Kumolo dinilai mampu menjadi pengayom masyarakat, memiliki integritas, dan saat ini terbebas dari pihak-pihak yang berkonflik di PDIP Jawa Tengah. "Tentang pak Bibit yang saat



<< | < | 1 |2 | > | >>